Anak cucuku adalah Motivasiku
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dalam Asma'ul Husna (nama-nama yang baik), Al ‘Alim artinya Maha Mengetahui.
Dengan sifat tersebut Allah swt Mengetahui segala hal baik yang tersembunyi maupun yang jelas. Tidak ada yang terlepas dari pengetahuan Allah SWT, baik segala apa yang diperbuat oleh manusia ataupun segala benda-benda yang yang ada di dunia ini. Dari benda terkecil yang tak kasat mata hingga benda-benda yang sangat besar seperti planet-planet dan matahari.
Jika kita menyakini Allah itu baik, pasti sifat-sifat-Nya baik pula. Seperti Al ‘Alim, Maha mengetahui. Sifat Allah yang satu ini seyogyanya bisa diikuti dan ditafakkuri oleh hamba-hamba-Nya. Mengetahui sesuatu bukanlah buruk melainkan baik lagi bermanfaat. Dengan memiliki pengetahuan kita bisa menjalani hidup dengan baik. Indikator baiknya hidup bagi orang yang memiliki pengetahuan adalah firman Allah dalam al-Quran yang menegaskan secara tersirat bahwa Orang-orang yang berilmu (memiliki pengetahuan) berbeda dengan orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan.
Sumber gambar: google Images
Salah satu sarana untuk mendapatkan pengetahuan adalah melalui pendidikan. Pendidikan merupakan harta warisan yang paling baik untuk anak cucu kita, para generasi bangsa di masa mendatang. Melalui lembaga-lembaga pendidikan kita bisa berproses dan bertransformasi dari orang yang tidak tahu menjadi orang yang tahu. Dari yang punya pengetahuan sempit menjadi pribadi yang berpengatahuan komprehensif. Segala jenis pengetahuan penting untuk dipelajari, baik pengetahuan agama, sosial,ekonomi, administrasi, hingga dengan pengetahuan tentang Alam. Adapun dalam konteks agama selaku orang Islam, kita wajib memahami Ilmu Akidah, Ilmu Fiqh,Ilmu Tasawwuf atau Akhlak. Jika semua ilmu tersebut dikuasai dengan benar maka insya Allah hidup akan selamat dan menyelamatkan orang lain. Bahkan dalam skala yang lebih besar ikut serta menyelamatkan negara.
Saya kembali menyinggung pengertian pendidikan di atas, pendidikan adalah harta warisan yang paling baik untuk anak-cucu bangsa. Saya mengajak kepada setiap orang untuk menjadi lembaga pendidikan bagi setiap anak cucunya. Mengajarkan dan mendidik anak cucu dari usia dini sampai dewasa. Dengan membantu dan mendampinginya dalam masa perkembangannya serta menyekolahkannya.
Akan tetapi bagi orang yang belum memiliki anak cucu bukankah harus menunggu lahirnya buah hati lalu kemudian apa bisa mengamalkan apa yang telah saya paparkan di atas. Camkan! Justru itulah waktu yang paling tepat.
Sunber gambar: Google Images
Seperti yang pernah dikatakan oleh Sayyidina Ali Karramallah Wajhah. " Ajarkanlah anak cucumu 25 tahun sebelum dia lahir,". Banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari perkataan sahabat yang mulia ini. bahwa ketika kita dalam proses belajar di saat yang bersamaan kita sedang mengajar. Di saat kita menjadi seorang murid maka di waktu yang sama pula kita menjadi seorang guru. “guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Pribahasa ini mengingatkan agar kita berproses dengan baik di masa muda dalam semua aspek, utamanya integritas diri seperti melatih kejujuran,sifat kasih sayang, serta membiasakan berlaku dengan akhlak yang baik.
Sepenting itu kah pendidikan? Tidakkah semua sifat Allah yang baik dan mulia itu menjadi jaminan agar Kamu meyakini dan sepakat dengan kata-kataku? Di sini penulis hanya ingin mengajak kita semua untuk berfikir lebih jauh sampai anak cucu yang akan datang. Berfikir jangka panjang!.Sebab sebuah peradaban yang maju tidak bisa hanya mengandalkan generasi hari ini, akan tetapi juga generasi yang akan datang.
Kutipan ini hanyalah sebuah inspirasi dari Khalifah Ali ra. Semoga bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk istiqomah dalam belajar, semangat dalam beribah ibadah,serta tak bosan membiasakan diri berakhlak yang baik. Karena kita semua tentu ingin melihat anak cucu kita baik pula. Buah tak jauh jatuh dari pohonnya.
Dengan sifat tersebut Allah swt Mengetahui segala hal baik yang tersembunyi maupun yang jelas. Tidak ada yang terlepas dari pengetahuan Allah SWT, baik segala apa yang diperbuat oleh manusia ataupun segala benda-benda yang yang ada di dunia ini. Dari benda terkecil yang tak kasat mata hingga benda-benda yang sangat besar seperti planet-planet dan matahari.
Jika kita menyakini Allah itu baik, pasti sifat-sifat-Nya baik pula. Seperti Al ‘Alim, Maha mengetahui. Sifat Allah yang satu ini seyogyanya bisa diikuti dan ditafakkuri oleh hamba-hamba-Nya. Mengetahui sesuatu bukanlah buruk melainkan baik lagi bermanfaat. Dengan memiliki pengetahuan kita bisa menjalani hidup dengan baik. Indikator baiknya hidup bagi orang yang memiliki pengetahuan adalah firman Allah dalam al-Quran yang menegaskan secara tersirat bahwa Orang-orang yang berilmu (memiliki pengetahuan) berbeda dengan orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan.
Sumber gambar: google Images
Salah satu sarana untuk mendapatkan pengetahuan adalah melalui pendidikan. Pendidikan merupakan harta warisan yang paling baik untuk anak cucu kita, para generasi bangsa di masa mendatang. Melalui lembaga-lembaga pendidikan kita bisa berproses dan bertransformasi dari orang yang tidak tahu menjadi orang yang tahu. Dari yang punya pengetahuan sempit menjadi pribadi yang berpengatahuan komprehensif. Segala jenis pengetahuan penting untuk dipelajari, baik pengetahuan agama, sosial,ekonomi, administrasi, hingga dengan pengetahuan tentang Alam. Adapun dalam konteks agama selaku orang Islam, kita wajib memahami Ilmu Akidah, Ilmu Fiqh,Ilmu Tasawwuf atau Akhlak. Jika semua ilmu tersebut dikuasai dengan benar maka insya Allah hidup akan selamat dan menyelamatkan orang lain. Bahkan dalam skala yang lebih besar ikut serta menyelamatkan negara.
Saya kembali menyinggung pengertian pendidikan di atas, pendidikan adalah harta warisan yang paling baik untuk anak-cucu bangsa. Saya mengajak kepada setiap orang untuk menjadi lembaga pendidikan bagi setiap anak cucunya. Mengajarkan dan mendidik anak cucu dari usia dini sampai dewasa. Dengan membantu dan mendampinginya dalam masa perkembangannya serta menyekolahkannya.
Akan tetapi bagi orang yang belum memiliki anak cucu bukankah harus menunggu lahirnya buah hati lalu kemudian apa bisa mengamalkan apa yang telah saya paparkan di atas. Camkan! Justru itulah waktu yang paling tepat.
Sunber gambar: Google Images
Seperti yang pernah dikatakan oleh Sayyidina Ali Karramallah Wajhah. " Ajarkanlah anak cucumu 25 tahun sebelum dia lahir,". Banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari perkataan sahabat yang mulia ini. bahwa ketika kita dalam proses belajar di saat yang bersamaan kita sedang mengajar. Di saat kita menjadi seorang murid maka di waktu yang sama pula kita menjadi seorang guru. “guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Pribahasa ini mengingatkan agar kita berproses dengan baik di masa muda dalam semua aspek, utamanya integritas diri seperti melatih kejujuran,sifat kasih sayang, serta membiasakan berlaku dengan akhlak yang baik.
Sepenting itu kah pendidikan? Tidakkah semua sifat Allah yang baik dan mulia itu menjadi jaminan agar Kamu meyakini dan sepakat dengan kata-kataku? Di sini penulis hanya ingin mengajak kita semua untuk berfikir lebih jauh sampai anak cucu yang akan datang. Berfikir jangka panjang!.Sebab sebuah peradaban yang maju tidak bisa hanya mengandalkan generasi hari ini, akan tetapi juga generasi yang akan datang.
Kutipan ini hanyalah sebuah inspirasi dari Khalifah Ali ra. Semoga bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk istiqomah dalam belajar, semangat dalam beribah ibadah,serta tak bosan membiasakan diri berakhlak yang baik. Karena kita semua tentu ingin melihat anak cucu kita baik pula. Buah tak jauh jatuh dari pohonnya.


Komentar
Posting Komentar