Ada seorang maling yang masuk ke dalam rumah seorang syekh,tentunya ia ingin mencuri barang-barang berharga Syekh tersebut. Seorang Syekh tersebut dikenal dengan Kezuhudannya yang pada waktu itu beliau sedang melaksanakan solat tahajjud. Beliau sangat khusyu' sampai sampai tidak terpengaruh oleh pencuri yang sedang mengambil barangnya. Tiba tiba Maling tersebut tak disengaja menjatuhkan barangnya dan akhirnya terdengarlah suara yang mengagetkan Syekh tersebut.
Syekh : Apa yang sedang kamu lakukan disini? Tanya syekh dengan lembut.
Maling:Ampun..ya syekh.. Ampun.. saya salah masuk rumah.. " sambil bersalaman dan mencium tangan syekh tersebut.
Syekh: apakah kamu hendak mencuri barang barang saya? Disini tidak ada barang berharga kecuali sejadah saya". Ucapan beliau lanjut.
Maling tersebut terus menerus minta maaf kepada Syekh.
Saya sudah memaafkan kamu". Kata syekh tersebut sambil memegang pundak maling tersebut.
Saya justru berterima kasih sama kamu karena kamu yang telah membangunkan keluarga saya untuk tahajjud, berarti kamu adalah tamu kami dari allah untuk mengingatkan kami tahajjud.
Pada saat itu istri dan anak Syekh tidak mengetahui siapa yang dilawan bicara ayahnya(Syekh).
Tiba-tiba Syekh tersebut menyuruh istrinya memasakkan makanan yang enak karena ada tamu special yang datang beliau adalah seorang wali sekaligus ulama yang terkenal.
Sang istri langsung masuk dapur dan memasakkannya setelah mendengar kabar menyenangkan dari suaminya bahwa ada seorang ulama besar yang sudah menunggu diruang tamu.
Maling tersebut tak henti-hentinya minta maaf serta memohon agar tidak dilaporkan kepada masyarakat. Tapi ulama tersebut tetap mengatakan: Iyaa saya tidak akan memberitahu siapa siapa,justru kamu itu adalah tamu saya". Kata syekh dengan lembut dibarengi dengan senyum yang manis.
Sembari menunggu masakan mateng.
Syekh tersebut meminta untuk ditemani solat berjamaah tahajjud bersamanya.
Lalu mereka solat dengan beberapa ayat yang lumayan panjang sampai akhirnya maling tersebut merasa kelelahan.
Setelah beberapa selang waktu,Syekh itu membangunkan semua murid-muridnya yang sedang istirahat dimushalla depan rumah Syekh dan mengatakan: wahai muridku! Bangunlah karena ada seorang tamu saya yang datang pada malam ini,beliau adalah ulama besar dan terkenal dengan kealimannya.
Tak lama semua murid kaget dan bergegas mengambil air wudhu,lalu duduk berhalaqoh di mushalla.
Dan Syekh tersebut lanjut berkata: Jangan sekedar duduk, ambil alat Rabbana dan berqosidahlah menyambut tamu mulia saya.
Ketika sedang disambut dengan Rabbana tiba-tiba tim Rabbana dan jama'ah yang lain berhenti karena kaget melihat maling tersebut.
Ada seorang murid berkata" wahai guru! Apakah ia yang guru maksud tamu special tersebut yang alim itu,bukankah ia adalah maling dikampung kita ini,yang sering mencuri barang-barang maayarakat?" Protes murid.
Syekh itu menjawab: kalian salah wahai murid, beliau lah yang membangunkan saya tadi ketika saya berzikir dan ketiduran. Dan beliau lah yang membangunkan istri dan anak saya yang biasa mereka tahajjud pada saat itu, dan dia juga yang menenani saya solat tahajjud tadi 2 rokaat dengan surat Al Baqoroh dan Ali Imran".
Kalau seperti ia yang dengan tahajjudnnya kita menganggapnya sebagai maling? Tanya Syekh kepada semua murid.
Maling itu tak tahan tangis dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa-dosanya. Akhirnya Ia bertaubat.
Syekh berkata kepadanya: Tujuanmu kesini awalnya untuk mencari barang berharga(dunia) tapi Saya tidak punya barang berharga yang saya beri cukup akhirat saja yang saya bisa memberikanmu".
catatan penting: seperti ini para ulama' cara mendidik manusia agar berada dijalan Allah SWT.
Dan begitu dahsyatnya yang namanya Husnuzzan akhirnya mampu membalik hati yang keras menjadi lembut,hati yang jauh kepada Allah menjadi dekat kepada Allah.
Syekh : Apa yang sedang kamu lakukan disini? Tanya syekh dengan lembut.
Maling:Ampun..ya syekh.. Ampun.. saya salah masuk rumah.. " sambil bersalaman dan mencium tangan syekh tersebut.
Syekh: apakah kamu hendak mencuri barang barang saya? Disini tidak ada barang berharga kecuali sejadah saya". Ucapan beliau lanjut.
Maling tersebut terus menerus minta maaf kepada Syekh.
Saya sudah memaafkan kamu". Kata syekh tersebut sambil memegang pundak maling tersebut.
Saya justru berterima kasih sama kamu karena kamu yang telah membangunkan keluarga saya untuk tahajjud, berarti kamu adalah tamu kami dari allah untuk mengingatkan kami tahajjud.
Pada saat itu istri dan anak Syekh tidak mengetahui siapa yang dilawan bicara ayahnya(Syekh).
Tiba-tiba Syekh tersebut menyuruh istrinya memasakkan makanan yang enak karena ada tamu special yang datang beliau adalah seorang wali sekaligus ulama yang terkenal.
Sang istri langsung masuk dapur dan memasakkannya setelah mendengar kabar menyenangkan dari suaminya bahwa ada seorang ulama besar yang sudah menunggu diruang tamu.
Maling tersebut tak henti-hentinya minta maaf serta memohon agar tidak dilaporkan kepada masyarakat. Tapi ulama tersebut tetap mengatakan: Iyaa saya tidak akan memberitahu siapa siapa,justru kamu itu adalah tamu saya". Kata syekh dengan lembut dibarengi dengan senyum yang manis.
Sembari menunggu masakan mateng.
Syekh tersebut meminta untuk ditemani solat berjamaah tahajjud bersamanya.
Lalu mereka solat dengan beberapa ayat yang lumayan panjang sampai akhirnya maling tersebut merasa kelelahan.
Setelah beberapa selang waktu,Syekh itu membangunkan semua murid-muridnya yang sedang istirahat dimushalla depan rumah Syekh dan mengatakan: wahai muridku! Bangunlah karena ada seorang tamu saya yang datang pada malam ini,beliau adalah ulama besar dan terkenal dengan kealimannya.
Tak lama semua murid kaget dan bergegas mengambil air wudhu,lalu duduk berhalaqoh di mushalla.
Dan Syekh tersebut lanjut berkata: Jangan sekedar duduk, ambil alat Rabbana dan berqosidahlah menyambut tamu mulia saya.
Ketika sedang disambut dengan Rabbana tiba-tiba tim Rabbana dan jama'ah yang lain berhenti karena kaget melihat maling tersebut.
Ada seorang murid berkata" wahai guru! Apakah ia yang guru maksud tamu special tersebut yang alim itu,bukankah ia adalah maling dikampung kita ini,yang sering mencuri barang-barang maayarakat?" Protes murid.
Syekh itu menjawab: kalian salah wahai murid, beliau lah yang membangunkan saya tadi ketika saya berzikir dan ketiduran. Dan beliau lah yang membangunkan istri dan anak saya yang biasa mereka tahajjud pada saat itu, dan dia juga yang menenani saya solat tahajjud tadi 2 rokaat dengan surat Al Baqoroh dan Ali Imran".
Kalau seperti ia yang dengan tahajjudnnya kita menganggapnya sebagai maling? Tanya Syekh kepada semua murid.
Maling itu tak tahan tangis dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa-dosanya. Akhirnya Ia bertaubat.
Syekh berkata kepadanya: Tujuanmu kesini awalnya untuk mencari barang berharga(dunia) tapi Saya tidak punya barang berharga yang saya beri cukup akhirat saja yang saya bisa memberikanmu".
catatan penting: seperti ini para ulama' cara mendidik manusia agar berada dijalan Allah SWT.
Dan begitu dahsyatnya yang namanya Husnuzzan akhirnya mampu membalik hati yang keras menjadi lembut,hati yang jauh kepada Allah menjadi dekat kepada Allah.
Komentar
Posting Komentar