Doa untuk Kekasih

Sumber gambar: Google Images
Segala puji bagi Allah yang maha pengasih.  Kasih sayang-Nya diberikan kepada semua makhluk terlebih orang-orang yang mengakui Allah sebagai Tuhannya. Kasih sayang Allah merupakan bentuk cinta-Nya kepada makhluk-makhluk-Nya. Membahas masalah kasih sayang atau cinta Allah kepada makhluk-Nya tidak akan ada habisnya dan jauh di luar kemampuan manusia untuk menghitungnya.
Cinta selalu menjadi topik yang hangat dan tak pernah menguap. Ia selalu asyik dibicarakan, menarik dipikirkan, dan begitu indah dirasakan. Namun terkadang manusia salah dalam mencintai. Mencintai berbeda dengan cinta itu sendiri. Mencintai adalah tindakan dalam menyikapi cinta yang dirasakan masing-masing individu. Cinta tak pernah salah, namun mencintai memiliki kemungkinan-kemungkinan untuk salah.

Ilustrasi tentang cinta akan semakin terasa indah jika kita sedang merasakan debaran cinta kepada seorang. Merasakan kehidupan yang dipenuhi cinta, merasakan kedamaian di saat mengingatnya. Terkadang seketika kita berbahagia tatkala cinta yang kita ungkapkan direspon positif. Namun pernahkah kita bertanya apakah Tuhan juga meresponnya secara positif jika kita mencintai si dia? Karena hakikatnya semua cinta berasal dari sebagian kecil cinta Allah. Tak ada satupun kejadian atau peristiwa yang terjadi tanpa izin dan kehendak-Nya. Apakah kau tahu siapkah orang yang pantas untuk dicintai yang sejalan dengan kehendak Allah?

Cara Terbaik Mencintai
Yang pantas untuk dicintai adalah suami atau istri. Kita sudah sangat paham konsep jodoh; hanya Allah yang tahu dan kita hanya bisa berusaha mencarinya. Namun ada sebagian jomblo yang husnuzonnya terlalu berlebihan, misalnya dengan menganggap semua wanita yang ditaarufi adalahnya, hanya beberapa hari chat lantas berani memanggil suami-istri, papa-mama, ayah-bunda. Saya tidak bermaksud menyalahkan karena bisa jadi itu merupakan bagian dari usaha mengenal lebih dalam wanita yang tengah didekati. Setiap orang sudah ditentukan belahan jiwanya oleh Allah. Tapi kita sendiri belum tahu siapakah pasangan kita itu.
Dalam tulisan ini saya mengajak kita semua untuk mencintai orang belum kita ketahui itu atau mencintai pasangan yang akan kita pilih itu. Bukan dengan bersikap masa bodo terhadapnya. Tapi kita bisa membayangakan orang yang akan kita pilih besok, kira-kira sekarang dia sedang apa? Mungkinkah ia sedang kencan dengan kekasihnya? Atau nelpon dan chating dengan orang yang nggak benar. Atau berada dalam keadaan terpuruk, kesulitan dan sebagainya. Nauzubillah. (Bukan maksud saya provokatif, apalagi memantik suuzon dalam benak. Semoga saja pria atau wanita yang akan kita pilih besok tetap terjaga dalam Lindungan0Nya. Amin)
Lantas, muncul pertanyaan yang paling asasi, bagaimana cara mencintai pria atau wanita yang akan menjadi pasangan kita kelak namun faktanya kita belum tahu pasti siapa dia? Tidak ada cara lain yaitu dengan mendoakannya dan senantiasa membacakan al-fatihah seusai solat. Niatkan agar Allah SWT berkenan menjaganya dari hal-hal negatif. Melalui doa pula kita meminta yang terbaik untuk dirinya dan juga kita pribadi. Berharap semoga kita menemukannya esok dalam keadaan baik dan tak kurang satu apapun.
Lantas setelah doa resmi kita panjatkan, luangkan lah sedikit waktu untuk merenungi dan memikirkannya. Rasanya pasti sangat indah nan syahdu apalagi jika kita iringi dengan bacaan alfatihah. Karena menurut saya ini adalah sesuatu yang pantas kita lakukan dan Insya Allah tidak sia-sia. Dari pada menghayal yang tidak-tidak lebih baik berdoa kepada Yang Maha Berkehendak.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk semua. Kita tingkatkan kepedulian kita terhadap pasangan kita yang memang pantas kita doakan dari sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak cucuku adalah Motivasiku

Menilik Gaya Hidup Wanita Yaman; sebuah Refleksi penerapan Syariat Islam di Tanah Para Nabi